Minggu, 3 Maret 2024, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro menyerahkan hasil karya desain Gerobak Bustaman kepada warga Kampung Bustaman, Semarang. Gerobak ini merupakan produk luaran dari program pengabdian kepada masyarakat Universitas Diponegoro dalam bentuk Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM).

Kampung Bustaman sendiri adalah salah satu kampung bersejarah yang terletak di Kota Semarang. Dikenal sebagai Kampung Jagal, kampung ini merupakan sentra penjagalan hewan dan perdagangan daging di Semarang. Selain terkenal dengan produksi dagingnya, Kampung Bustaman juga terkenal dengan kuliner Gulai Kambingnya yang melegenda.

Ketua Tim dari Departemen Arsitektur Undip, Dr. Arnis Rochma Harani, S.T, M.T (kanan) sedang menjelaskan mengenai hasil karya Gerobak Bustaman kepada Kepala Desa Purwodinatan, Sri Hartini, S.E, M.M (kiri)

“Gulai Bustaman itu semua orang suka, tidak hanya di Kota Semarang, tapi juga di seluruh Indonesia,” ujar Dr. Arnis Rochma Harani, S.T, M.T, ketua tim dari Departemen Arsitektur Undip. Menurutnya, Kampung Bustaman memegang peranan penting dalam memasok gulai kambing di seluruh Kota Semarang. “Kampung Bustaman itu merupakan sebuah dapur besar yang menghidupi sistem makanan yang ada di Kota Semarang. Tanpa Kampung Bustaman, kita tidak bisa makan Gulai Bustaman.”

Arnis menambahkan, tujuan utama dari pembuatan gerobak Gulai Bustaman ini adalah untuk mendongkrak perekonomian dari warga Kampung Bustaman itu sendiri. “Sebenarnya kami dari Universitas Diponegoro berusaha untuk meningkatkan perekonomian dari warga Bustaman,” ucapnya.

Departemen Arsitektur Undip menyerahkan desain Gerobak Bustaman secara simbolis kepada Kepala Desa Purwodinatan

Dengan menggunakan gerobak yang didesain khusus, harapannya nantinya warga Bustaman bisa memiliki satu identitas khas yang membantu mereka dalam menjual Gulai Bustaman kepada masyarakat. “Kita bantu buatkan satu karakteristik yang mudah dilihat dan dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Kita mulai dari gerobaknya dulu,” kata Arnis.

Upaya yang dilakukan oleh Departemen Arsitektur Undip ini disambut baik oleh warga Kampung Bustaman. Sri Hartini, S.E, M.M, Kepala Desa Purwodinatan, mengucapkan terima kasih atas karya desain ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada Undip yang berupaya untuk menghidupkan UMKM di Purwodinatan, terutama di Gulai Bustaman ini.”

Beliau berharap, melalui gerobak ini, ke depannya UMKM Kampung Bustaman dalam bentuk Gulai Bustaman ini bisa semakin dikenang oleh masyarakat luas. “InsyaAllah ini nanti UMKM kita akan dikenang masyarakat luar hingga dicari-cari,” ucap Sri

oleh :
sumber : laman FT