Ditjen Dukcapil Kemendagri menggelar Dukcapil Goes to Campus di Universitas Diponegoro, Selasa (14/2) di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Kampus Undip Tembalang. Kegiatan tersebut bertujuan mengajak civitas akademika Undip membuat identitas kependudukan digital (IKD). Untuk itu, Dukcapil Kemendagri menerjunkan 35 Dinas Dukcapil se-Jawa Tengah serta membawa sebanyak 80 peralatan untuk mengaktivasi KTP digital dan 100 petugas.

Dalam sambutannya Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum., mengatakan bahwa kita bangga memiliki KTP karena, didalamnya terkandung nilai-nilai Pancasila, hal tersebut adalah bukti nyata menjadi bagian yang strategis dalam menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mempertahankan NKRI diawali dari kesadaran diri sendiri dan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia. Mempersatukan Indonesia yaitu menjadikan orang bangga dengan KTP digital. Dengan KTP digital ada lambang negara Pancasila di dalamnya dan tentu saja Undip sangat mengapresiasi program dari Dukcapil ini,” ungkap Prof Yos.

Sejalan dengan Rektor Undip, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mendorong supaya negara terus bertumbuh maju, maka pemerintah tidak bisa sendirian bekerja, melainkan harus menggandeng ekosistemnya.

“Untuk membantu kerja pemerintah,maka Dukcapil turut mendukung.  Identitas Kependudukan Digital atau IKD tidak hanya memindahkan dokumen kependudukan seperti KK, akta lahir, dan sebagainya ke dalam gadget. Dalam bertransformasi menuju pelayanan Adminduk digital, Dukcapil belajar dari konsep transformasi industri keuangan, di mana sekarang orang banyak menggunakan m-Banking, dengan PIN di dalamnya” tutur Prof. Zudan.

“Kita tidak perlu lagi membawa KK, KTP dan akta-akta lainnya, semuanya ada di ponsel dalam genggaman tangan kita. Begitu juga di IKD, bila HP hilang ganti HP baru nomornya bisa didaftarkan lagi. Yang penting masih ingat nomor PIN, sebagaimana m-Banking jika PIN-nya lupa maka di-install kembali” pungkasnya.

sumber : humas undip